D-IV Relasi Industri

Program Studi Sarjana Terapan Relasi Industri didirikan sebagai upaya Kementerian Ketenagakerjaan untuk mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan profesional di bidang hubungan industrial sehingga dapat menyelesaikan permasalahan perburuhan/ketenagakerjaan. Program Studi Relasi Industri merupakan Program Studi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang secara khusus mempelajari hubungan industrial. Oleh karena itu, lulusan Program Studi Relasi Industri diharapkan mampu menjaga kondisi hubungan industrial antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah sebagai regulator untuk tetap harmonis, sehingga dapat menyelesaikan atau bahkan menghindari perselisihan hubungan industrial.

Ketua Program Studi RI
Langga Lagandhy, S.H., M.H.

Profil Lulusan

Spesialis Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial

Spesialis Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial memiliki keahlian dalam mencegah dan menyelesaikan perselisihan hubungan industrial di tempat kerja. Kompetensi ini mencakup kemampuan mengelola dinamika hubungan kerja, merancang strategi pencegahan konflik, serta menyelesaikan sengketa melalui jalur litigasi maupun non-litigasi. Peran ini juga berfokus pada upaya membangun hubungan kerja yang harmonis, adil, dan berkelanjutan antara manajemen dan pekerja.

Analis Kepatuhan Hubungan Industrial

Analis Kepatuhan Hubungan Industrial memiliki keahlian dalam memastikan kepatuhan organisasi terhadap regulasi ketenagakerjaan dan standar hubungan industrial. Kompetensi ini mencakup kemampuan analitis untuk memantau, menilai, dan memastikan penerapan hukum ketenagakerjaan serta kebijakan perusahaan sesuai peraturan. Peran ini juga melibatkan identifikasi potensi risiko ketidakpatuhan dan penyusunan rekomendasi langkah korektif, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Konsultan Hubungan Industrial

Konsultan Hubungan Industrial memiliki keahlian dalam memberikan rekomendasi strategis dan merancang desain hubungan industrial yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan serta dinamika ketenagakerjaan terkini. Kompetensi ini mencakup kemampuan menganalisis lingkungan hubungan industrial, mengidentifikasi tantangan dan peluang, serta merumuskan solusi yang berkelanjutan dan selaras dengan tujuan perusahaan maupun kepentingan pekerja. Peran ini juga berfokus pada penyusunan kebijakan yang mendorong terciptanya lingkungan kerja yang produktif, harmonis, dan adaptif terhadap perubahan regulasi serta tren industri.

Berita

Perusahaan yang Pernah Menerima Magang Mahasiswa

Scroll to Top