Mahasiswa Program Studi Relasi Industri Politeknik Ketenagakerjaan Kunjungi ILO Jakarta

Jakarta (6/11) — Mahasiswa angkatan 2025 Program Studi Relasi Industri Politeknik Ketenagakerjaan melakukan kunjungan akademik ke kantor International Labour Organization (ILO) di Jakarta pada Kamis, 6 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Konvensi ILO yang bertujuan memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap prinsip-prinsip kerja layak dan standar perburuhan internasional.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemaparan komprehensif mengenai agenda kerja layak (Decent Work Agenda), yang mencakup empat pilar utama: promosi kesempatan kerja dan perusahaan, jaminan hak-hak di tempat kerja, perluasan perlindungan sosial, serta penguatan dialog sosial. Materi juga menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam mewujudkan pekerjaan yang manusiawi, adil, dan berkelanjutan.

Selain itu, mahasiswa mempelajari konsep Responsible Business Conduct (RBC) atau praktik bisnis yang bertanggung jawab, yakni tindakan perusahaan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap sosial dan lingkungan. Pemaparan ini menyoroti tiga instrumen internasional utama yang menjadi panduan global, yaitu Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan HAM (UNGPs), Pedoman OECD untuk Perusahaan Multinasional, dan Deklarasi ILO tentang Perusahaan Multinasional (MNE Declaration).

Materi uji tuntas hak asasi manusia (Human Rights Due Diligence) menjadi salah satu bagian penting dalam kunjungan ini. Mahasiswa diperkenalkan pada tahapan identifikasi, pencegahan, dan penanganan risiko pelanggaran HAM dalam kegiatan bisnis, serta pentingnya transparansi dan keterlibatan pemangku kepentingan.

Selain membahas kerangka global, mahasiswa juga meninjau isu-isu nyata dalam dunia kerja seperti kerja paksa, pekerja anak, diskriminasi, dan keselamatan serta kesehatan kerja (K3), yang tertuang dalam delapan Konvensi Inti ILO. Kasus runtuhnya Rana Plaza di Bangladesh turut dibahas sebagai contoh penting tentang lemahnya perlindungan hak pekerja dan urgensi penerapan standar ketenagakerjaan internasional.

Kunjungan ini memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap relevansi standar ILO dalam konteks praktik hubungan industrial di Indonesia. Melalui kegiatan ini, Politeknik Ketenagakerjaan berkomitmen membentuk calon praktisi hubungan industrial yang memiliki kompetensi global, berintegritas, dan berperspektif hak asasi manusia dalam setiap praktik ketenagakerjaan.

Scroll to Top